Pangtalks

Karena Karya Tak Akan Pernah Mampu Menjual Dirinya Sendiri

Iklan

Hai peeps kali ini saya nulisin soal karya dan bagaimana karya yang baik itu terjual, sebelumnya karya itu hal penting di era milenial ini, sudahkah kita berntanya apa karya yang sudah saya buat? saya pun juga masih mengajukan pertanyaan ini setiap harinya?

Menggunakan terma Karya untuk menyebut individu yang menciptakan sesuatu, akan lebih menonjolkan kesan artistik daripada membuat hanya membuat karya. Realitanya, walaupun merupakan kunci dari karir seorang desainer, seniman musisi atau apapun , proses artistik hanya sebagian dari proses membangun karir dalam berkarya itu sendiri. Sisanya: manajemen, strategi marketing, branding dan overall business decision dari pelaku-pelaku industri. Ada “kerja” selain “karya” pada musik, desain, seni yang butuh dipahami oleh para pembuat karya dan perkara itu membutuhkan skill, fokus, juga disiplin yang mungkin lebih besar daripada porsi membuat karya visual, musik, dsb sebagai produk akhir.

Untuk membuat sesuatu yang dimulai dari hobi dan proyek iseng-iseng bersama teman-teman dekat, pernyataan saya mungkin mengganggu bayangan kalian mengenai dunia kreatif yang penuh warna. Namun, perlu direnungkan lebih dalam bahwa karya tidak pernah sanggup menjual dirinya sendiri. Perlu kerja keras untuk membuat karya terjual. Dalam bentuk fisik, digital, hingga live performance, exhibition, dll.

Jika proses membuat lirik, aransemen, karya visual, video adalah proses berkarya, maka menjual produk dalam bentuk live performance, Exhibition, distribusi digital dan fisik, serta kegiatan branding dan pembangunan komunitas karya sebagai proses bekerja dan menjual. Buatlah target, performance indicator, strategi marketing, dan action plan yang dapat membuat produkmu bernilai seiring waktu. Perlakukan karir kreatifmu seperti karir yang sebenar-benarnya, yang membutuhkan segala perencanaan dan pemikiran matang dari pelakunya untuk mencapai target tertentu.

Akhir akhir ini saya membuka mata dan pikiran. Orang-orang yang bertahan dan berkembang di industri ini hanyalah mereka yang menyadari bahwa bekerja sama pentingnya dengan berkarya. Gimana enggak? Pelaku industri lain, seperti perusahaan rekaman dan distribusi, event organizer, pemilik usaha kafe, pemilik brand besar memperlakukan musik sebagai bisnis. Selama tidak mengikuti alur dan mengubah mindset berkarirnya, para penggiat kreatif tidak akan dianggap serius. Nilai tidak akan naik, dan karya yang kamu banggakan itu hanya sia sia.

Sebagai penggerak kreatif, banyak sekali yang perlu dipelajari untuk dapat membangun karir. Profesionalisme kerja, termasuk kedisiplinan waktu, riset mendalam, pembangunan strategi, dan penentuan target adalah yang paling penting. Kelola karya kreatifmu seperti kamu mengelola perusahaan. Ada investasi, ada cost, ada salary, dan tentu ada income source. Perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang bisa mengelola semua hal di atas sesuai dengan kebutuhan dan targetnya. Kenali industri dan pelakunya. Kenali cost dan nilai setiap aktivitasnya. Bangun komunitasnya. Pecahkan masalah dengan solusi yang sesuai.

Saat ini perusahaan berbondong-bondong mengubah strategi marketing mereka dengan lebih personal dan unconventional. Dulu iklan adalah satu-satunya jalan paling lebar untuk marketing produk. Saat ini, banyak sekali perusahaan yang beralih ke marketing melalui brand ambassador, influencer. Dengan maraknya personal value yang bisa kamu manfaatkan melalui media sosial, membuat nilaimu bisa diukur dengan jumlah follower dan engagement measurement. Manfaatkan itu. Termasuk juga digital platform yang membuat kamu bisa mengukur sebanyak apa pendengarmu, di mana mereka berada, dan melalui perangkat apa mereka mendengarkan musikmu. Manfaatkan. Buat marketing kit yang mengandalkan data-data terukur untuk memudahkan pelaku industri lain mengukur nilaimu. Dengan melakukan itu saja, kamu sudah menaikkan nilaimu sebagai pelaku industri kreatif.

Banyak sekali pekerjaan rumah musisi lokal. Di sini pentingnya forum-forum diskusi dalam komunitas untuk bisa secara nyata mendukung keseriusan musisi. Tidak ada tradisi dan kebiasaan menahun yang dapat diubah hanya dengan berkeluh kesah. Hanya dengan memecahkan isu satu demi satu, mengembangkan kebiasaan baru yang lebih baik, baru individu dapat mengubah tradisi seiring waktu.

Setelah membaca tulisan ini, coba ambil kertas kosong dan tuliskan isu-isu yang kalian hadapi selama berkarir di industri Kreatif. Tuliskan juga opsi solusi yang bisa dilakukan olehmu sendiri, oleh komunitas, dan selamat bekerja!

 

Iklan

Iklan